Pria kelahiran 22 tahun silam, Palembang 18 Mei 1988 ini baru saja menyelesaikan Study S1 nya. Ia memiliki segudang aktifitas selama menjalani pendidikannya di “Kampus Merah”. Pria yang memiliki nama lengkap Chemi Martin Punggar ini berkepribadian ramah, selalu tersenyum dan sedikit pendiam.
Ia memiliki beberapa hobi antara lain menulis, membaca, dan futsal. Pria ini juga mempunyai berbagai prestasi non akademik diantaranya Juara Dekan Cup Fakultas Hukum Futsal Competition antar Universitas se-Sumsel, Juara III Futsal antar Perguruan Tinggi se-Kota Palembang, dan Juara II Lomba Menulis Artikel tingkat Universitas.
Pria yang mengambil bagian Hukum dan Ketatanegaraan (HTN) di Fakultas Hukum Universitas Sriwijaya ini, baru saja menyelesaikan wisudanya bulan September 2010. Ia memiliki rencana untuk melanjutkan pendidikan S2 di Universitas Gajah Mada (UGM).
Chemi, biasa ia disapa banyak dikenal oleh para Mahasiswa Fakultas Hukum dikarenakan ia aktif diberbagai organisasi, sehingga kehidupan perkuliahannya banyak diwarnai dengan kesibukan-kesibukan. Ia mulai belajar untuk berorganisasi sejak ia duduk dibangku SMP, diantaranya OSIS SMP Xaverius 4 sebagai Koordinator Sie. Kedisiplinan, Tim Sepak Bola SMA N 1 sebagai Staff Perlengkapan, B.O Ramah Fakultas HukumUniversitas Sriwijaya sebagai Sekretaris Umum, LSO Olympus Fakultas Hukum sebagai Staff Divisi Sepakbola, Dewan Perwakilan Mahasiswa (DPM) Universitas Sriwijaya sebagai Wakil Sekretaris, Lembaga Pers Mahasiswa (LPM) Media Sriwijaya Fakultas Hukum sebagai kolumnis dan Sekretaris Redaksi, Perkumpulan Mahasiswa Hukum Indonesia (PERMAHI) Cabang Palembang sebagai Sekretaris Jenderal, Karang Taruna Kelurahan Kemang Agung sebagai Koordinator Sie. Pengabdian Masyarakat.
Dalam berorganisasi adakalanya kita akan dihadapkan dalam masalah bagaimana kita dapat mengatur waktu, karena itu menejeman waktu itu penting. Sehingga kita dapat mengatur waktu dengan baik tanpa harus mengorbankan kewajiban kita yang lain.
Alasan ia untuk terus aktif dalam berorganisasi adalah untuk mengatasi sifat pendiamnya. Menurutnya berorganisasi itu penting karena dalam organisasi kita dapat banyak belajar tentang bagaimana caranya kita jangan menjadi mahasiswa yang apatis. “Masyarakat memandang bahwa pelajar mahasiswa itu merupakan kasta tertinggi, sebagai mahasiswa kita dituntut untuk peka dengan keadaan sekitar” ujar pria yang mengaku gila bola ini.
Semenjak kecil pria yang lulus dengan IPK 3,49 ini bercita-cita untuk menjadi ilmuwan. Itu juga yang menjadi alasannya untuk mengambil bagian Hukum dan Ketatanegaraan (HTN), sebagai penunjang ia untuk meraih cita-citanya. Ia sangat ingin kalau nantinya ia akan menjadi seorang Akademisi Hukum dan dapat menjadi Profesor termuda di Universitas Sriwijaya.
Pria yang mengidolakan tokoh Satjipto Rahardjo ini sangat berharap kalau tradisi akademisi di Universitas Sriwijaya dapat dijaga. “Seperti yang kita ketahui, dampak dari kemajuan teknologi bagi para mahasiswa. Banyak mahasiswa yang hanya mengandalkan teknologi untuk melaksanakan kewajibannya. Contohnya dalam mengerjakan tugas kuliah mereka, banyak dari mahasiswa yang hanya “copy-paste” dari internet” ungkap chemi.
Baik dari kalangan mahasiswa ataupun dosen, semua harus ikut berpartisipasi dan berusaha sehingga kehidupan akademisi di Universitas Sriwijaya benar-benar terjaga.
Ia juga sangat terinspirasi dengan Dekan Fakultas Hukum kita yaitu Prof. Amzulian Rifai, SH., LL.M., Ph.D.. Menurutnya beliau itu sangat berwibawa, pintar dan memiliki semangat yang patut ditiru. Karena itu ia selalu menanamkan rasa semangat dalam dirinya untuk tetap berjuang keras dalam meraih cita-cita.
0 komentar:
Posting Komentar